karya: Mohammad Amin
di Singkawang, Kalimantan Barat
“Gimana Ver, bisa kan tampil untuk show minggu depan?” Tanya Erwin dari seberang telepon.
Vera yang belum siap menjawab pertanyaan itu hanya terdiam. Pikirannya masih melayang ke suatu wilayah yang ia sendiri tak tahu dimana. Suatu kondisi yang selama ini bertolak belakang dari orientasi aktifitasnya tapi akhir-akhir ini begitu menghantuinya. Setiap pikiran itu datang hatinya merasa kosong, jiwanya terasa hampa.
“Halo, Ver! Kok diam?” desak Erwin. “It’s a big show honey, don’t make me disappointed”.
“Sorry Win, aku lagi badmood nih, tapi aku akan kasi jawaban secepatnya kalo udah siap. Please, ngertiin aku saat ini, ok!” balas Vera seraya menutup panggilan Erwin di ponselnya.
Vera menghempaskan tubuhnya yang seksi ke tempat tidur di apartemennya yang lumayan mewah. Sambil menarik nafas dalam-dalam matanya menatap langit-langit kamar, pikirannya kembali menerawang. Bayangan masa lalunya tiba-tiba menyeruak memenuhi rongga otaknya.